Pahlawan Klub Persela Lamongan Meninggal Dunia

 Pahlawan Klub Persela Lamongan Meninggal Dunia


Berita Terkini - Kabar duka datang dari sepakbola tanah air Indonesia. Pasalnya kiper senior Persela, Choirul Huda dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit daerah Dr. Soegiri, Lamongan.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Dalam pertandingan melawan tim Semen Padang, Huda mencoba menghalau bola yang sedang dibawa oleh pemain tim Semen Padang. Namun sayang, Huda mendapat kontak fisik yang cukup keras oleh salah satu rekan satu timnya Ramon Redrigues.

Kiper berusia 38 tahun itu, sempat meringis kesakitan dan pingsan. Sehingga tim medis langsung membawanya kerumah sakit menggunakan ambulans.

Tetapi, nyawa sang legenda tidak dapat tertolong lagi. Akhirnya, Choirul Huda dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.15 WIB.

Air mata pun mengalir setelah mereka mengetahui bahwa sang kapten tim telah mengembuskan nafasnya yang terakhir. Saksikanlah detik – detik menjelang benturan via Channel YouTube TVOne dibawah ini:



“Ketika perjalanan menuju kerumah sakit masih bernafas. Tapi sekitar pukul 17.00 lewat, Huda sudah tidak bernyawa lagi. Dari analisis kami penyebab meninggalnya Huda iialah benturan di kepala dan leher bagian belakang” ungkap dokter Zaki Mubaroq.

Sepanjang karirnya bermain sepakbola Huda hanya membela tim Persela yang berjuluk Laskar Joko Tinkir tersebut. Maka, Huda bisa dibilang adalah Legendanya tim Persela.










Kabar duka datang dari sepakbola tanah air Indonesia. Pasalnya kiper senior Persela, Choirul Huda dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit daerah Dr. Soegiri, Lamongan.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Dalam pertandingan melawan tim Semen Padang, Huda mencoba menghalau bola yang sedang dibawa oleh pemain tim Semen Padang. Namun sayang, Huda mendapat kontak fisik yang cukup keras oleh salah satu rekan satu timnya Ramon Redrigues.

Kiper berusia 38 tahun itu, sempat meringis kesakitan dan pingsan. Sehingga tim medis langsung membawanya kerumah sakit menggunakan ambulans.

Tetapi, nyawa sang legenda tidak dapat tertolong lagi. Akhirnya, Choirul Huda dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.15 WIB.

Air mata pun mengalir setelah mereka mengetahui bahwa sang kapten tim telah mengembuskan nafasnya yang terakhir. Saksikanlah detik – detik menjelang benturan via Channel YouTube TVOne dibawah ini:

“Ketika perjalanan menuju kerumah sakit masih bernafas. Tapi sekitar pukul 17.00 lewat, Huda sudah tidak bernyawa lagi. Dari analisis kami penyebab meninggalnya Huda iialah benturan di kepala dan leher bagian belakang” ungkap dokter Zaki Mubaroq.

Sepanjang karirnya bermain sepakbola Huda hanya membela tim Persela yang berjuluk Laskar Joko Tinkir tersebut. Maka, Huda bisa dibilang adalah Legendanya tim Persela.