Daftar Beberapa Negara Yang Melarang Adanya Telegram
Telegram versi desktop sudah sekitar lima hari tak bisa diakses di Indonesia, Alasannya adalah Telegram digunakan banyak kelompok ISIS & Teroris lainnya untuk menyebar pesan radikal dan cara aman mereka berkomunikasi.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sempat menegaskan, Pihaknya belum melakukan normalisasi situs web Telegram yang terblokir sampai penyedia layanan ini memenuhi persyaratan yang diminta pemerintah.
Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Pangerapan, Saat ditemui usai konferensi pers pemblokiran Telegram di Jakarta, Senin (17/7/2017) kemarin.
"Iya dong (masih diblokir), Tidak mungkin sembarang dibuka. Status untuk web-based Telegram masih diblokir, begitu juga dengan sebelas subdomain Telegram yang kami tutup sejak 14 Juli 2017 lalu," ungkapnya.
Dan lain dari pada itu, Apakah kamu tau? Aplikasi yang dikembangkan oleh Pavel Durov ini ternyata juga diblokir di beberapa negara lain. Berikut daftar lengkap negara yang melarang Telegram:
1. Rusia
Pemerintah Rusia tempat kelahiran Pavel Durov mengancam akan memblokir Telegram pada Juni 2017, Alasannya serupa dengan yang terjadi di Indonesia, yaitu pemerintah Rusia menemukan adanya pesan teroris di Telegram.
2. Iran
Di Iran, aplikasi ini cukup populer. Tercatat, ada 40 juta pengguna aktif tiap bulannya. Uniknya, mereka tidak melakukan blokir sepenuhnya. Pemerintah Iran hanya mematikan fitur panggilan telepon pada April 2017.
Hal ini merupakan jawaban atas protes penyedia layanan telepon di Iran. Mereka beranggapan, adanya Telegram akan membuat 40 juta penggunanya lebih memilih Telegram untuk menelepon.
3. Arab Saudi
Demi alasan keamanan, pemerintah Arab Saudi memblokir Telegram pada Januari 2016. Meski diblokir, pengguna di Arab Saudi masih bisa menggunakan Telegram dengan Virtual Private Network (VPN).
4. Tiongkok
Tiongkok adalah negara pertama yang memblokir Telegram pada 2015. Saat itu, sedang terjadi perang siber antara operator Telegram di Asia Pasifik. Pemerintan Tiongkok langsung menutup layanan Telegram melalui halaman web, guna menghindari dampak serangan siber tersebut.


