Grab Pecat Dan Penjarakan Drivernya Yang Melakukan Penganiayaan
Sebelumnya diberitakan bahwa seorang pengemudi GrabCar bernama Deri Isroil dilaporkan oleh penumpangnya yang bernama Toha ke kepolisian sektor Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (8/8/2017). Driver Deri dilaporkan karena telah menganiaya Toha hingga babak-belur hanya karena permasalahan spele.
"Pada tanggal 9 Agustus 2017, Kami menerima informasi bahwa telah terjadi hal yang tidak berkenan yang melibatkan seorang pengemudi dan penumpang GrabCar," kata Mediko Azwar, Marketing Director, Grab Indonesia dalam pernyataan resminya yang diterima di kantor Jakarta.
"Segenap manajemen Grab menyesali atas ketidaknyamanan yang terjadi dan saat ini masih mencoba untuk menghubungi penumpang yang bersangkutan untuk permintaan maaf serta memberikan informasi terkini kepada penumpang mengenai tindakan-tindakan yang telah dilakukan menyusul laporan yang yang kami terima.
Mediko meneruskan bahwa setelah melakukan investigasi dan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, Grab telah memutuskan untuk "memutus kemitraan dengan pengemudi yang bersangkutan dan siap memberikan dukungan penuh kepada penumpang tersebut jika yang bersangkutan melakukan pelaporan ke pihak yang berwenang atau naik banding.
"Keselamatan penumpang merupakan prioritas utama bagi Grab dan merupakan pilar dari seluruh kegiatan operasional dan layanan kami," pungkas Mediko.
Menurut cerita Toha peristiwa itu bermula ketika ia memesan Grab Car dari Ciracas, Jakarta Timur ke MMC pada Selasa malam. Dari aplikasi Grab, Toha mengetahui bahwa perjalanan itu akan menelan ongkos sebesar Rp68.000.
Meski demikian Toha berjanji kepada pengemudi Grab Car, Deri, bahwa ia akan memberikan tambahan ongkos jika sudah tiba di tempat tujuan. Toha mengaku menepati janjinya dan memberikan ongkos melebihi angka yang tertera di aplikasi.
"Saya bayar Rp100.000, jadi kan ada lebih Rp32.000," klaim Toha.
Tetapi Deri sang pengemudi Grab Car justru meminta tambahan sewa lebih besar dan ketika Toha mengaku tak memiliki uang lagi, Toha pun ditendang dan dipukul oleh Deri sampai babak belur.
Dari salinan laporan polisi dan foto-foto yang beredar di media sosial, diketahui Toha mengalami cedera cukup parah akibat penganiayaan itu. Wajahnya berlumuran darah dan penuh debu akibat tersungkur di tanah.
Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi, Driver Online sering kali melakukan hal yang tidak menyenangkan kepada penumpangnya.
Tidak hanya pada grab, Gojek pun sering mendapati laporan atas perbuatan tidak menyenangkan, Misal seperti pelecehan sexual dan lain sebaginya.
Sebagai penumpang transportasi online, Kita wajib smart dalam mengambil sikap ketika mendapati kejadian seperti ini, Karena Indonesia adalah negara hukum, Selebihnya kita serahkan pada perusahaan dan kepolisian.


